Lahir dan tumbuh di tengah keluarga Petani Garut, tidak membuat saya langsung menyukai dunia pertanian. Dulu, tahunya hanya saat Panen, biasanya saya dan adik akan diajak Orangtua ke Kebun atau Sawah untuk memanen sekalian "botram" (makan-makan sambil ngumpul dengan Para Pekerja) di Saung yang ada disana. Nikmatnyaaa makan sambil menikmati pemandangan serba hijau dan desiran angin yang mengusap-usap wajah.
Masa kecil yang sangat dirindukan itulah yang ingin saya tularkan ke Anak-anak saya, walaupun kami tinggal jauh dari Keluarga saya di Garut. Hal yang tadinya biasa saja, seketika menjadi istimewa, terutama karena saya menikah dengan seorang Sarjana Pertanian yang mempunyai ilmu dan pengalaman seru dalam hal bertani. Ya walaupun setelah lulus Pak Suami malah "nyasar" kerja di Dunia Perbankan, syukurlah tetap passionate untuk bercocok tanam, huhu.
Akhirnya kami sepakat untuk mendekati dunia bercocok tanam bersama-sama, dan ingin memulai cita-cita menjadi Petani walau di halaman mini yang ada di Rumah kami. Sangat berharap suatu saat dapat mewujudkan keinginan Bapak saya yang ingin kami menjadi Penerus Bapak sebagai Petani, melanjutkan dalam pengelolaan Kebun dan Sawah milik Keluarga di Garut, Amiiin. Vibes-nya langsung romantis gimana gitu ya kalau udah bahas tanaman, hati adem bawaannya. Kangen kampung halaman.
Ngabuburit selama Ramadan dengan Berkebun di Rumah
Walau gak punya (baca : belum punya - harus optimis suatu saat akan punya. Amiiiin) lahan yang luas di Rumah, biasanya saya memanfaatkan taman kecil dan juga pot untuk menanam. Yang ditanam tidak jauh dari bumbu-bumbu masak dan sayuran, karena memang itu yang paling mudah untuk kami. Selain menggunakan media tanah, kami juga sedang belajar berkebun hidroponik.
Sesuai pengalaman, yang saya rekomendasikan untuk ditanam Para Newbie seperti saya adalah bayam, pakcoy, daun bawang, cabai rawit, singkong, dan lainnya. Sebelumnya, untuk urusan berkebun, saya selalu tanya Bapak di Garut via telepon untuk sekedar minta saran, namun semenjak tahu adanya website www.berintani.id saya jadi rajin cari info seputar bercocok tanam disana.
![]() |
| Tampilan Website berintani.id |
Di berintani.id memang selengkap itu informasi mengenai pupuk, agrikultur, juga tentang info pangan. Tentu ini sangat membantu Para Petani baru, dan Anak muda yang ingin belajar mengenai urban farming. Jadi ingat seorang Artis dan Selebgram Tantri Namirah deh, yang punya kebun mini pribadi di lahan pribadinya, di area Komplek/Perumahan tempatnya tinggal. Saya selalu ikuti story-nya di Media Sosial saat Tantri panen sayur, dan katanya selain untuk dimakan sendiri, suka dibagi-bagi ke tetangga juga, inspiratif banget ya.
Karenanya, saya jadi semangat lanjut berkebun di bulan Ramadan ini sebagai salah satu kegiatan positif dan sekalian juga untuk ngabuburit. Biasanya saking asiknya, waktu gak terasa tahu-tahu udah sore dan harus segera siapin menu bukaan.
![]() |
| Semoga kelak dapat menjadi Penerus Bapak mengelola Sawah dan Kebun disini. Amiiiin |
Serunya Ikutan Berintani Challenge di Bulan Ramadan
Ngomongin berkebun sambil ngabuburit, saya senang banget waktu dapat info di Instagram-nya Berintani yaitu @berintani.id Challenge yang terdiri dari 7 kegiatan berkebun yang bisa kita pilih untuk #tanamkebaikan dan #pupukpahala seperti :
- Regrow sisa sayur yang kita makan, dan kita tanam Kembali sisa sayuran tersebut seperti daun bawang, pokcoy, daun Bombay, dan kentang.
- Reuse bungkus makanan sekali pakai dengan memanfaatkan bungkus makanan sekali pakai sebagai pot tanaman
- Menanam sayur dari benih tumbuhan, seperti menanam cabai, bayam, sawi, dan lain - lain.
- Memanfaatkan cangkang telur untuk dijadikan pupuk diatas tanaman. Caranya, kita kumpulkan cangkang telur kemudian ditumbuk atau di-mixer, kemudian ditaburkan ke atas tanah tanaman. Kegiatan ini bermanfaat untuk meningkatkan kadar Kalium pada tanaman.
- Masak/mengolah makanan dari hasil kebun kita sendiri.
- Mengompos tanaman dari limbah organik rumah tangga yang dapat terurai
- Mengurangi penggunaan plastik, hal ini juga sangat penting mengingat pembuangan plastik yang terkubur di dalam tanah akan menyebabkan tanah kekurangan unsur hara
Nah, dari ketujuh Challenge diatas, tinggal dipilih deh yang mana yang ingin kita ikuti. Semuanya seru dan tentunya merupakan kegiatan bermanfaat, tapi akhirnya saya pilih kegiatan atau Challenge yang ketiga, yaitu menanan sayuran dari benihnya. Oke kemon laksanakaaan!
Cara Mudah Menanam Bayam dalam Pot
Bayam merupakan salah satu sayuran favorit untuk banyak Keluarga, dikarenakan manfaatnya yang mengandung zat besi dan cara mengolahnya pun sangat mudah dan cepat. Karena saya rentan mengalami Anemia Defisiensi Besi (ADB), bayam merupakan salah satu sayur yang harus saya konsumsi. Jadi, kalau bisa tanam sendiri di Rumah, tentunya akan sangat menyenangkan ya. Gak perlu selalu beli di Pasar atau di Abang-abang sayur, sesekali bisa petik dari hasil tanam sendiri, seru banget ternyata.
![]() |
| Benih Bayam Hijau dan Pakcoy |
Kalau sebelumnya saya tanam bayam (dan pakcoy) secara hidroponik, kali ini saya akan tanam di pot. Kebetulan ada sisa pot mini yang tidak terpakai, akan saya gunakan untuk menanam benih bayam. Seperti yang saya baca di Berintani.id, bayam merupakan salah satu sayuran yang cepat panennya, yaitu sekitar 25 sampai 30 harian saja. Bisa kita tanam di polybag, langsung di lahan, atau secara hidroponik.
Yang perlu disiapkan saat akan menanam bayam :
- Bibit bayam (biji atau stek)
- Tanah/Media tanam
- Polybag, Pot
- Pupuk Kompos
- Pestisida Alami
![]() |
| Ambil benih secukupnya |
Cara menanam bayam di Pot :
- Saya menggunakan pot kecil yang saya isi dengan tanah yang saya ambil di taman mini Rumah saya.
- Ambil benih bayam secukupnya
- Tanam benih tersebut ke tanah yang ada di pot mini
- Siram dengan air supaya kelembapan dari media tanamnya cukup
- Tinggal tunggu tumbuh tunas dan bisa dipindah ke media tanam yang lebih luas lagi deh
Semudah dan sepraktis itu menanam bayam. Biasanya saya memanfaatkan teras rumah untuk menyimpan tanaman-tanaman saya atau di ruang belakang rumah yang melimpah sinar matahari tidak langsung. Kegiatan berkebun di Rumah seperti ini memberikan manfaat untuk Kesehatan psikis juga bagi saya. Rasanya menyenangkan saat menemukan tanaman kita lebih tinggi di setiap harinya, apalagi jika daun-daunnya hijau sehat tanpa tanpa-tanda diganggu hama, jadi vitamin untuk kesehatan mata juga lho lihat yang 'ijo-ijo'.
Makin sering dilakukan, makin semangat untuk bertanam, lumayan selain bisa mengurangi biaya belanja, juga nambah kesibukan yang tidak bersinggungan dengan gadget. Ohya, sekedar berbagi pengamalan, bagi kalian yang Pemula seperti saya, saat akan berkebun atau menanam sesuatu, ada baiknya mencari info sebanyak mungkin mengenai apa saja yang harus disiapkan, dari mulai benih, metan (media tanam), pupuk, dan lainnya. Dulu awal-awal saya sampai berjam-jam ngobrol dengan Bapak yang jualan tanaman karena takut salah, haha. Tapi sih Kembali ke kita juga secara personal kok, seringkali feeling sangat membantu proses bercocok tanam, terlebih saat “jam terbang” kian tinggi. Sebagai newbie, saya sangat senang jika ada teman yang mau sharing mengenai tips dan trik berkebun. Jadi jangan sungkan untuk berbagi di kolom komentar ya.
Yuk ikutan Berintani Challenge juga di Bulan Ramadan ini, supaya hari-hari kita dipenuhi perasaan positif selama menjalankan Ibadah di Bulan Suci dengan kegiatan yang penuh manfaat seperti berkebun. Cek informasi terkini dengan follow akun Instagram @berintani.id dan kunjungi website www.berintani.id juga untuk dapatkan informasi terbaru seputar bercocok tanam dan kisah-kisah inspiratif dari Para Petani Sukses.
Semangat berpuasaaa, yuk #tanamkebaikan dan #PupukPahala bersama Berintani.Id
















