Ada masa di hidup kita ketika semuanya terasa gelap. Hari-hari yang kita lewati seperti tak bermakna, penuh dengan air mata, kecemasan, dan rasa hampa yang tak bisa digambarkan. Kita merasa Tuhan menjauh dari kita, doa-doa yang dipanjatkan seperti tak pernah sampai. Kita pun bertanya-tanya, apa yang salah? Mengapa harus kita? Apa kita tak cukup baik hingga hidup terasa begitu hancur?
Saat itu, menyerah seolah menjadi pilihan yang masuk akal. Rasanya lebih mudah untuk berhenti daripada terus mencoba. Dunia di sekitar tetap berjalan, tapi kita terjebak dalam ruang kecil yang penuh dengan kesedihan dan rasa putus asa.









