Yang katanya mau mulai konsisten nulis blog lagi setelah ganti domain. MANAAAA? Hahaha
Iya iya.. lagi-lagi.. minta ma'af ke diri sendiri karena kok bisa macet lagi nulisnya?.
Tapi kan Manusia hanya bisa berencana, ya kan yaaa? Tetap Sang Maha yang menentukan, LOL. #Alasaaaaan
Btw, udah di pertengahan tahun 2026 aja ya.. hidup ngapain aja, Hon? YAAA.. GINI AJA.
Ngga ding, gak "gini aja" kok, gak yang "cuma", ada banget progres baiknya, banyak malah kisah barunya. Up and down pun ada, ya bare minimum sih ya, khas-nya orang hidup di Bumi yang isinya banyakan airnya ini. Tapi yang jelas, lebih banyak bersyukurnya tahun ini.
2026 ini tuh bisa dibilang jadi awal bangkitnya harapan. Setelah 2023-2024 yang buatku fucek banget HAHA. Jadi kalau banyak yang bilang tahun ter-absurd ter-carut marut itu adalah 2025, nah buatku justru tahun-tahun sebelumnya. Terutama perkara psikis, berantakan parah sampai harus ngalamin ke Klinik Psikolog UI buat ngobatin mental, karena dihantam masalah yang na'udzubillah deh ya ampun kok bisa-bisanya ngalamiiiin? Kayak.. dark banget rasanya, huhu.
Tapi yaudah emang harus berhenti denial-nya, harus damai dengan diri sendiri, harus nerima, harus hadir. Harus JALANI. Dengan segala, "Ya Allah Ya Allah.. mengapa harus gini, kok jadi gitu????" Dan bla bla bla-nya.
Sampai akhirnya semua kalimat diganti jadi, "Ya Allah Alhamdulillah untuk semua pembelajaran hidup ini, terima kasih sudah tempa aku jadi lebih strong lagi, terima kasih selalu ada buatku, gak ninggalin walau aku banyak banget banget salahnya, tapi mohon Ya Allah jauhkan semua toxic yang melemahkanku".
Dan tentu saja Allah Maha Baik, seolah jawab, "oke Hon okeee.. aku lepaskan toxic itu dari hidup kamu biar kamu bisa lanjut lagi semua-semua yang kemarin tersendat". Alhamdulillah.. menjelang akhir 2025, finally bisa bilang HORE!
Dari banyaknya orang yang pengen 2025 dicoret di hidup mereka, aku justru pengen bilang "thank you 2025. For being such an amazing year".
Dan 2026 akhirnya semua terlihat lebih cerah ceria lagi. 2026 buatku adalah "oksigen". Semacam Hani yang lama sempet "hilang" itu mulai kembali. Semua langkah jadi lebih ringan lagi, otak lebih mudah mencerna banyak hal lagi. Semua yang sempat "gelap" mulai terang lagi. Kayak.. bangun tidur tuh abis do'a bisa langsung "la la la" lagi. Bukan berarti tahun-tahun sebelumnya aku ngalamin "brain dead" ya, no no.. hanya saja emang merasa lebih banyak "distraksi" gak pentingnya.
Banyaaaak banget rasa syukur yang dirasa di tahun ini, di tengah kondisi Negara yang sekarang malah jadi trigger tersering yang bikin cranky, mood swing, dan lebih ke bingung sih.. mau kek mana nasib Negeri ini kedepannyaaaa? Wah ini bisa jadi satu halaman sendiri nih rungsing perkara urusan dapur Negara, hahaha berat ya beraaaaaat. Skip dulu!
"Ah ini hanya OVT-ku semata...", ujarku dalam hati mencoba berbaik sangka.
Ya semoga ya...
Nah tapi, di pertengahan 2026 ini, challenge baru di mulai, rencana yang padahal udah ada di kepala entah dari tahun kapan tapi semacam gak dikasih aja jalannya (saat itu). Tahun ini sikonnya malah yang bikin harus secepatnya "eksekusi". Yess, pindah tempat tinggal ke Apart!
Trus rumah gimana? Ya sambil paralel dipasarkan, alias mau dijual aja. Selain itu banyak hal lain yang harus dibenahi, tapi bisa sambil jalan. Intinya, MOVE!
Memang ya, hidup itu misteri, setiap kita tuh ada ceritanya sendiri. Gak tahu besok lusa, bahkan sedetik ke depan bakal kayak apa. Gak mandang usia, kita anak siapa, gelar dan jabatan apa, intinya plot twist hidup kita bukan ranah kita. Ada Sutradara hidup yang gak bisa diganggu gugat skenarionya. Pun buatku. Hidup sungguh se-ajaib-ini.
Kok bisa se-gak-terduga-gini yaaaa? Tapi instead of banyak mempertanyakan mengapa, aku sudah lebih memilih buat belajar embrace semua pelan-pelan, dan jalani sebaik mungkin, do my best effort. Prosesnya tuh gak mudah, gak murah juga. Tapi selalu ada "harga" yang harus dibayar kan untuk hasil terbaik yang ingin didapat. Klise kan? Emang iya!
Daaaan..
Untuk semua Manusia berhati Malaikat yang ada di sekitarku, aku gak pernah berhenti bersyukur adanya kalian di semesta ini. Terima kasih sudah menjadi salah satu rezeki terbesarku. Menemani proses belajar dan bertumbuhku. Menikmati gak hanya senangnya, tapi juga sakitnya. Kalian memang gak banyak, tapi sangat cukup buatku. Perannya luar biasa.
Untuk banyak nama yang akhirnya aku tutup bab-nya di hidupku. Semua karena peran kalian sudah kuanggap selesai, begitupun peranku untuk kalian.
So, whatever comes our way and whatever challenges lie ahead, let’s go!
.png)







